Pentingnya Menuntut Ilmu Dengan Berguru dan Bersanad Dalam Islam

download-copy

Nabi Muhammad saw telah bersabda supaya umat mengikuti sanad:

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri (tanpa guru) dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan.”. (HR. Ahmad)

Ibnul Mubarak berkata: ”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 No. 32 )

Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw Bersabda: ”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka.”. (HR.At Tirmidzi)

Imam Asy Syafi’i ra. mengatakan: “Tiada ilmu tanpa sanad.”.

Imam Asy Syafi’i ra. juga berkata: “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433)

Selengkapnya http://taiwanhalal.com/post/141/pentingnya-menuntut-ilmu-dengan-berguru-dan-bersanad-dalam-islam.html

oleh taiwanhalal

Advertisements

5 Cara Agar tidak Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

ratibul-haddad-copy

Jika kamu melihat anak kecil, maka ucapkanlah dalam hatimu, ” anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. maka tidak diragukan lagi bahwa anak ini jauh lebih baik dariku ”.

Jika kamu melihat orang tua, maka ucapkanlah dalam hatimu, “dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, maka tidak diragukan lagi bahwa dia lebih baik dariku ”.

Jika kamu melihat seorang yang berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu,” orang ini telah diberi ilmu yang mana saya belum diberi, orang ini telah menyampaikan ilmu apa yang belum saya sampaikan, dan ia telah mengetahui apa yang tidak saya ketahui, bagaimana mungkin saya sama dengannya? (apalagi saya lebih baik darinya?)”.

Jika kamu melihat seorang yang bodoh, maka katakanlah dalam hatimu, ” orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak .

Jika kamu melihat orang kafir, maka katakanlah dlm hatimu,” aku tdk tau apa yang akan terjadi, bisa jadi dia memeluk islam, mengakhiri hidupnya dgn perbuatan baik, ia bebas dari dari dosa-dosanya. Sedangkan saya (wal ‘iyadzu billah) mungkin Allah akan memberikan aku jalan sesat, lalu aku kafir dan aku mengakhiri hidupku dengan perbuatan buruk, maka kelak ia (orang kafir yang telah masuk Islam) termasuk orang-orang yang dekat denganNya, sedangkan aku termasuk orang-orang yang jauh dariNya .”

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/140/5-cara-agar-tidak-merasa-lebih-baik-dari-orang-lain.html

oleh taiwanhalal.com

Lima Ibadah yang Harus Dilakukan dengan Terburu-buru

imagecontent-3

Segala pekerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru akan mengakibatkan ketidaksempurnaan. Bahkan dianggap sebagai kelakuan syaitan. Hal ini memang benar. Pepatah lama saja mengantisipasi hal ini dengan istilah tak akan lari gunung dikejar. Kalimat ini menyadarkan bahwa dalam berkegiatan tidaklah perlu tergesa-gesa karena sesuatu tujuan itu akan tercapai bila kita melangkah sesuai rencana.

Namun demikian kaidah ini memiliki pengecualian. Tidak semua yang dilakukan dengan segera menimbulkan efek buruk. Bahkan hal itu disunahkan sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Hatim al-Asham yang dikutip dalam Hilyatul Auliya

العجلة من الشيطان إلا في خمسة فإنها من سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم: إطعام الطعام، وتجهيز الميت، وتزويج البكر، وقضاء الدين، والتوبة من الذنب

“Tergesa-gesa bagian dari kelakuan syaitan kecuali dalam lima hal, pertama memberi makan tamu, kedua mengubur jenazah, ketiga menikahkan anak perawan keempat membayar hutang dan kelima bertaubat dari segala dosa.”

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/139/lima-ibadah-yang-harus-dilakukan-dengan-terburu-buru.html

Oleh taiwanhalal

Al-jam 32: Membuat status ibadah di medsos merupakan tanda syukur atau tanda ujub?

syukur-vs-ujub

Jadi kesimpulannya, tidak diperbolehkan menganggap diri sendiri sebagai orang baik, termasuk memperlihatkan ibadah yang kita lakukan. Namun, jika hal itu memang diniatkan sebagai tahaduts bin ni’mah, meluapkan kenikmatan yang diberikan Allah maka itu termasuk dalam akhlakul karimah.

Mengenai hal ini, Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin KH Muhammad Shofi Al-Mubarok memberikan alternatif mengenai cara tahaduts bin ni’mah.

“Hendaknya perilaku tahaduts bin ni’mah diawali dengan kata-kata pujian terhadap Allah. Seperti, Alhamdulillah, hari ini saya bisa sholat berjamaah atau, ternyata rahmat Allah itu memang luas ya, saya akhirnya tahun ini bisa umroh. Subhanallah”.

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/138/al-jam-32-membuat-status-ibadah-di-medsos-merupakan-tanda-syukur-atau-tanda-ujub-.html

Oleh taiwanhalal

Kisah Romantis Gus Dur Dengan Istrinya

Gus Dur lawas

Tidak heran jika Sinta pernah mengatakan di salah satu program televisi nasional,”Gus Dur itu sosok panutan yang berhasil membawa bahtera rumah tangga kebahagiaan. Karenannya, menjadi istri Gus Dur dalam suasana apapun itu enak. Mau jadi presiden, mau jadi Ketua PBNU, mau jadi orang biasa yang serba pas-pasan, tidak ada bedanya. Saya sangat bangga menjadi istri Gus Dur,” ucapnya dengan menahan air mata.

Bagi Anda wanita sholihah mungkin bisa meniru kesabaran dan ketulusan cinta Sinta Nuriya Dewi ini hingga mengantarkan lelaki yang Anda sayang di puncak karirnya.

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/135/kisah-romantis-gus-dur-dengan-istrinya.html

Oleh Taiwan Halal

Cap Go Meh: Ayo Mengenal Lebih Dekat Agar Tidak Menjadi Sumbu Pendek

cap-go-meh-copy

Salah paham mengenai Cap Go Meh perlu diluruskan bersama. Pengalaman saya hidup di negeri China, bergaul dengan mereka hingga dengan teman-teman etnis Tionghoa Indonesia dan Perantauan lainnya serta lama di Indonesia, menegaskan bahwa Cap Go Meh bukan ritual agama. Sebab, perayaan Cap Go Meh adalah perayaan kebudayaan khas Tiongkok. Jadi, kurang tepat jika menyebutkan bahwa Cap Go Meh itu dianggap sebagai ritual agama Konghucu. Oleh sebab itu, perlu sekali memahami sejarah panjang China dan sejarah Nusantara atau Indonesia. Sebab, sejarah Indonesia dan China memang tidak bisa dipisahkan. Jauh sebelum negeri ini tegak berdiri menjadi Indonesia, Muslim-Tionghoa bernama Laksamana Cheng Ho sudah hadir di Nusantara dengan melakukan diplomasi kepada Majapahit dan berkomunikasi dengan penduduk Muslim Indonesia.

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/134/cap-go-meh-ayo-mengenal-lebih-dekat-agar-tidak-menjadi-sumbu-pendek.html

oleh taiwanhalal

Taiwan Halal: daftar tempat (Masjid, mushola, restoran, hotel, tempat wisata dan komunitas/organisasi muslim) di Taiwan

taiwan-halal-website

Taiwan Halal provides information about Hotel, restaurant, Mosque and Muslim Community wherever you are in all around Taiwan.

Taiwan Halal menyediakan informasi tentang masjid, mushola, hotel, restoran, komunitas muslim, dan tempat wisata yang ramah muslim ketika Anda ke Taiwan.

Buka website kami di http://taiwanhalal.com/

Atau install aplikasi Android di playstore https://play.google.com/store/apps/details?id=com.taiwanhalal.android