Redamlah Keakuan dan Tumbuhkanlah Kebersamaan dalam Islam

Group of business people assembling jigsaw puzzle and represent

إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ

Artinya: “Hanya kepada-Mu kami mengabdi dan hanya kepada-Mu kami memohon bantuan” (QS al-Fatihah: 5).

Ia tidak dibenarkan mengubah kata “kami” menjadi “aku” walaupun ketika ia shalat sendirian. Hal ini antara lain memberi kesan bahwa keakuan seorang Muslim secara konseptual harus lebur dalam “aku-aku” yang lain. Ia harus selalu bersama orang atau mahluk-mahluk yang lain. Kebersamaan tersebut menghasilkan keterikatan seorang Muslim dengan sesama manusia, sehingga merasakan derita orang lain. ”Bagaikan satu jasad yang memiliki organ-organ; seluruh jasad merasakan keluhan organ lain yang terkecil sekalipun.”

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/147/redamlah-keakuan-dan-tumbuhkanlah-kebersamaan-dalam-islam.html

Oleh taiwan halal

4 Perkara yang Lebih Baik Dari Perkara Baik dan Lebih Buruk dari Perkara Buruk

Baik Buruk copy

Ada empat perkara yang nilainya baik, namun ada empat perkara lain yang nilainya jauh lebih baik, yaitu :

1. Adanya rasa malu pada kaum Lelaki adalah baik, namun jauh lebih baik lagi bila rasa malu itu ada pada kaum Wanita.

2. Bersikap Adil yang dimiliki pada setiap orang itu baik, namun sikap Adil yang dimiliki oleh Para Penguasa/Pemerintah jauh lebih baik.

3. Tobatnya orang yang sudah tua itu baik, namun yang jauh lebih baik lagi tobatnya anak muda.

4. Bermurah hatinya orang kaya itu baik, namun jauh lebih baik lagi bermurah hatinya kaum fakir miskin.

Ada empat perkara buruk, namun masih ada empat perkara yang jauh lebih Buruk lagi, yaitu :

1. Perbuatan maksiat (dosa) yang dilakukan oleh kaum muda itu buruk, namun masih ada yang jauh lebih buruk lagi yaitu perbuatan maksiat (dosa) yang dilakukan kakek-kakek.

2. Sibuk dengan segala macam urusan duniawi bagi orang yang bodoh itu buruk, namun jauh lebih buruk lagi bila yang menyibukkan diri dengan urusan duniawi itu adalah orang ‘alim.

“Barang siapa semakin tambah ilmunya dan di dunia tidak semakin zuhud (menjauhkan diri dari kesenangan duniawi untuk beribadah), maka ia tidak semakin dekat kepada Allah melainkan semakin jauh dari-Nya.” (H.R. Dailami)

3. Malas beribadah bagi orang awam itu buruk, namun jauh lebih buruk bila malas beribadah itu dilakukan oleh kalangan ulama dan santrinya.

4. Berlaku sombong bagi orang kaya itu buruk, namun jauh lebih buruk bila yang berlaku sombong itu kaum fakir miskin.

Selengkapnnya di http://taiwanhalal.com/post/143/4-perkara-yang-lebih-baik-dari-perkara-baik-dan-lebih-buruk-dari-perkara-buruk.html

oleh taiwan halal

Pentingnya Menuntut Ilmu Dengan Berguru dan Bersanad Dalam Islam

download-copy

Nabi Muhammad saw telah bersabda supaya umat mengikuti sanad:

Rasulullah saw. bersabda, “Barangsiapa menguraikan Al Qur’an dengan akal pikirannya sendiri (tanpa guru) dan merasa benar, maka sesungguhnya dia telah berbuat kesalahan.”. (HR. Ahmad)

Ibnul Mubarak berkata: ”Sanad merupakan bagian dari agama, kalaulah bukan karena sanad, maka pasti akan bisa berkata siapa saja yang mau dengan apa saja yang diinginkannya.” (Diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqoddimah kitab Shahihnya 1/47 No. 32 )

Dari Ibnu Abbas ra., Rasulullah saw Bersabda: ”Barangsiapa yang berkata mengenai Al-Qur’an tanpa ilmu maka ia menyediakan tempatnya sendiri di dalam neraka.”. (HR.At Tirmidzi)

Imam Asy Syafi’i ra. mengatakan: “Tiada ilmu tanpa sanad.”.

Imam Asy Syafi’i ra. juga berkata: “Orang yang belajar ilmu tanpa sanad guru bagaikan orang yang mengumpulkan kayu bakar digelapnya malam, ia membawa pengikat kayu bakar yang terdapat padanya ular berbisa dan ia tak tahu” (Faidhul Qadir juz 1 hal 433)

Selengkapnya http://taiwanhalal.com/post/141/pentingnya-menuntut-ilmu-dengan-berguru-dan-bersanad-dalam-islam.html

oleh taiwanhalal

5 Cara Agar tidak Merasa Lebih Baik dari Orang Lain

ratibul-haddad-copy

Jika kamu melihat anak kecil, maka ucapkanlah dalam hatimu, ” anak ini belum bermaksiat kepada Allah, sedangkan diriku telah banyak bermaksiat kepadaNya. maka tidak diragukan lagi bahwa anak ini jauh lebih baik dariku ”.

Jika kamu melihat orang tua, maka ucapkanlah dalam hatimu, “dia telah beribadah kepada Allah jauh lebih lama dariku, maka tidak diragukan lagi bahwa dia lebih baik dariku ”.

Jika kamu melihat seorang yang berilmu, maka ucapkanlah dalam hatimu,” orang ini telah diberi ilmu yang mana saya belum diberi, orang ini telah menyampaikan ilmu apa yang belum saya sampaikan, dan ia telah mengetahui apa yang tidak saya ketahui, bagaimana mungkin saya sama dengannya? (apalagi saya lebih baik darinya?)”.

Jika kamu melihat seorang yang bodoh, maka katakanlah dalam hatimu, ” orang ini bermaksiat kepada Allah kerana dia bodoh (tidak tahu), sedangkan aku bermaksiat kepadaNya padahal aku mengetahui akibatnya. Dan aku tidak tahu bagaimana akhir umurku dan umurnya kelak .

Jika kamu melihat orang kafir, maka katakanlah dlm hatimu,” aku tdk tau apa yang akan terjadi, bisa jadi dia memeluk islam, mengakhiri hidupnya dgn perbuatan baik, ia bebas dari dari dosa-dosanya. Sedangkan saya (wal ‘iyadzu billah) mungkin Allah akan memberikan aku jalan sesat, lalu aku kafir dan aku mengakhiri hidupku dengan perbuatan buruk, maka kelak ia (orang kafir yang telah masuk Islam) termasuk orang-orang yang dekat denganNya, sedangkan aku termasuk orang-orang yang jauh dariNya .”

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/140/5-cara-agar-tidak-merasa-lebih-baik-dari-orang-lain.html

oleh taiwanhalal.com

Lima Ibadah yang Harus Dilakukan dengan Terburu-buru

imagecontent-3

Segala pekerjaan yang dilakukan dengan terburu-buru akan mengakibatkan ketidaksempurnaan. Bahkan dianggap sebagai kelakuan syaitan. Hal ini memang benar. Pepatah lama saja mengantisipasi hal ini dengan istilah tak akan lari gunung dikejar. Kalimat ini menyadarkan bahwa dalam berkegiatan tidaklah perlu tergesa-gesa karena sesuatu tujuan itu akan tercapai bila kita melangkah sesuai rencana.

Namun demikian kaidah ini memiliki pengecualian. Tidak semua yang dilakukan dengan segera menimbulkan efek buruk. Bahkan hal itu disunahkan sebagaimana keterangan hadits yang diriwayatkan oleh Hatim al-Asham yang dikutip dalam Hilyatul Auliya

العجلة من الشيطان إلا في خمسة فإنها من سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم: إطعام الطعام، وتجهيز الميت، وتزويج البكر، وقضاء الدين، والتوبة من الذنب

“Tergesa-gesa bagian dari kelakuan syaitan kecuali dalam lima hal, pertama memberi makan tamu, kedua mengubur jenazah, ketiga menikahkan anak perawan keempat membayar hutang dan kelima bertaubat dari segala dosa.”

Selengkapnya di http://taiwanhalal.com/post/139/lima-ibadah-yang-harus-dilakukan-dengan-terburu-buru.html

Oleh taiwanhalal